Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun.
Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi
tidak dapat pula disebutanak-anak. Masa remaja adalah masa
peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja merupakan masa
peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun
sampai 21 tahun. Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal
anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga
12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun.
Menurut Erickson masa
remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri.
Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat
status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion,
moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock,
2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja
yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan
masalah pada diri remaja.
Karakteristik
remaja menurut Gunarsa (1989) yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada
diri remaja, yaitu:
1.
Kecanggungan dalam
pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2.
Ketidakstabilan
emosi.
3.
Adanya perasaan
kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4.
Adanya sikap
menentang dan menantang orang tua.
5.
Pertentangan di dalam
dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang
tua.
6.
Kegelisahan karena
banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7.
Senang
bereksperimentasi.
8.
Senang bereksplorasi.
9.
Mempunyai banyak
fantasi, khayalan, dan bualan.
10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan
kegiatan berkelompok.
Pada umumnya masa
remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:
1.
Periode Masa Puber
usia 12-18 tahun
a.
Masa Pra Pubertas:
peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Cirinya:
·
Anak tidak suka
diperlakukan seperti anak kecil lagi
·
Anak mulai bersikap
kritis
b.
Masa Pubertas usia
14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya:
·
Mulai cemas dan
bingung tentang perubahan fisiknya
·
Memperhatikan
penampilan
·
Sikapnya tidak
menentu/plin-plan
·
Suka berkelompok
dengan teman sebaya dan senasib
c.
Masa Akhir Pubertas
usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Cirinya:
·
Pertumbuhan fisik
sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
·
Proses kedewasaan
jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
2.
Periode Remaja
Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir
remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
·
perhatiannya tertutup
pada hal-hal realistis
·
mulai menyadari akan
realitas
·
sikapnya mulai jelas
tentang hidup
·
mulai nampak bakat
dan minatnya
Dengan
mengetahui psikologis perkembangan remaja, diharapkan para orangtua, pendidik
dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini
sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik
maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya.
Referensi:
Gunarsa,
S. D. (1989). PsikologiPperkembangan: Anak dan Remaja. Jakarta:
BPK. Gunung Mulia.
Santrok,
J. W. (2003). Adolescence (Perkembangan Remaja). Terjemahan.
Jakarta: Penerbit Erlangga.
Mongks,
F. J. , Knoers, A. M. P. , & Haditono, S. R. (2000). Psikologi
Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
Muss,
R. E. , Olds, S. W. , & Fealdman (2001). Human Developmen.
Boston: McGraw-Hill Companies.







0 komentar:
Posting Komentar