Senin, 01 Oktober 2012

Diabetes Mellitus


Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelainan yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Terdapat kemampuan dalam kemampuan tubuh untuk berespon terhadap insulin dan/atau penurunan atau tidak terdapatnya pembentukan insulin oleh pankreas (Baughman, 2000). Patofisiologi DM berpusat pada gangguan sekresi insulin dan/atau gangguan kerja insulin. Penyandang DM akan ditemukan dengan berbagai gejala seperti poliuria (banyak berkemih), polidipsia (banyak minum), dan polifagia (banyak makan) dengan penurunan berat badan. Hiperglikemia dapat tidak terdeteksi karena penyakit DM tidak menimbulkan gejala (asimptomatik) dan menyebabkan kerusakan vaskular sebelum penyakit terdeteksi. Diabetes melitus (DM) jangka panjang menimbulkan rangkaian gangguan metabolik yang menyebabkan kelaianan patologis makrovaskular dan mikrovaskular. Komplikasi mikrovakular yang berkatian dengan DM meliputi retinopati, nefropati, dan neuropati. Penyandang DM menghadapi peningkatan resiko untuk menderita penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, dan vaskular perifer (Gibney, 2008).
Diabetes melitus diklasifikasikan menjadi (Graber, 2006):


  1. Insulin-Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau DM tipe 1 biasanya terjadi pada masa anak-anak atau masa dewasa muda dan menyebabkan ketoasidosis jika pasien tidak diberikan terapi insulin. IDDM berjumlah 10% dari kasus DM.
  2. Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau DM tipe 2 biasanya terjadi pada orang yang berusia >40 tahun dan 60% dari pasien NIDDM mengalami obesitas. Pasien cenderung tidak mengalami ketosis tetapi akan mengalami ketosis jika terjadi stress.
Dalam perawatan pasien DM, membutuhkan 4 pilar yaitu pengobatan, latihan (olahraga), diet, dan edukasi.

Daftar Pustaka:
Baughman, D. C. 2000. Keperawatan Medikal-Bedah: Buku Saku untuk Brunner dan Suddarth. Jakarta: EGC
Gibney, M. J. [et al.]. 2008. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC
Graber, M. A. 2006. Buku Saku Dokter Keluarga.Jakarta: EGC

0 komentar:

Posting Komentar

Diabetes Mellitus


Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelainan yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Terdapat kemampuan dalam kemampuan tubuh untuk berespon terhadap insulin dan/atau penurunan atau tidak terdapatnya pembentukan insulin oleh pankreas (Baughman, 2000). Patofisiologi DM berpusat pada gangguan sekresi insulin dan/atau gangguan kerja insulin. Penyandang DM akan ditemukan dengan berbagai gejala seperti poliuria (banyak berkemih), polidipsia (banyak minum), dan polifagia (banyak makan) dengan penurunan berat badan. Hiperglikemia dapat tidak terdeteksi karena penyakit DM tidak menimbulkan gejala (asimptomatik) dan menyebabkan kerusakan vaskular sebelum penyakit terdeteksi. Diabetes melitus (DM) jangka panjang menimbulkan rangkaian gangguan metabolik yang menyebabkan kelaianan patologis makrovaskular dan mikrovaskular. Komplikasi mikrovakular yang berkatian dengan DM meliputi retinopati, nefropati, dan neuropati. Penyandang DM menghadapi peningkatan resiko untuk menderita penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, dan vaskular perifer (Gibney, 2008).
Diabetes melitus diklasifikasikan menjadi (Graber, 2006):


  1. Insulin-Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau DM tipe 1 biasanya terjadi pada masa anak-anak atau masa dewasa muda dan menyebabkan ketoasidosis jika pasien tidak diberikan terapi insulin. IDDM berjumlah 10% dari kasus DM.
  2. Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau DM tipe 2 biasanya terjadi pada orang yang berusia >40 tahun dan 60% dari pasien NIDDM mengalami obesitas. Pasien cenderung tidak mengalami ketosis tetapi akan mengalami ketosis jika terjadi stress.
Dalam perawatan pasien DM, membutuhkan 4 pilar yaitu pengobatan, latihan (olahraga), diet, dan edukasi.

Daftar Pustaka:
Baughman, D. C. 2000. Keperawatan Medikal-Bedah: Buku Saku untuk Brunner dan Suddarth. Jakarta: EGC
Gibney, M. J. [et al.]. 2008. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC
Graber, M. A. 2006. Buku Saku Dokter Keluarga.Jakarta: EGC

0 komentar:

Posting Komentar